Senin, 14 Juni 2010

MAKALAH BELA NEGARA

NAMA                  : SOBIRIN HERI SAPUTRO
Status                    : KOMANDAN MENWA SAT 602 STAIN PTK (2010-2011)
Kesadaran Bela Negara Pemuda Menggelorakan Semangat Nasionalisme Untuk Keutuhan NKRI
 

Tidak diragukan lagi, kesadaran bela Negara memang dan harus perlu ditumbuhkan dikalangan masyarakat dalam suatu Negara. Hal ini dikarenakan untuk menumbuhkan jiwa memiliki (nasionalisme ) kepada bangsa dan Negara serta siap sedia dalam memperjuangkan dan membela bangsa dari segala ancaman dan kerusakan baik dari dalam dan luar. Terutama adalah generasi muda yang memiliki kelebihan yang luar biasa dalam diri mereka.

Pemuda dalam hubungan ini adalah medan yang subur untuk digunakan oleh semua aliran yang mempercayai Strategi Perubahan ini. Revolusi dan Coup-de-tat yang telah berlaku dan akan berlaku di seluruh dunia akan meletakkan asasnya kepada pemuda-pemuda dalam usaha mencapai tujuan mereka itu. Pada hakikatnya usia muda seorang pemuda ialah usia yang penuh dengan cita-cita yang tinggi dan darah yang gemuruh serta idealisme yang luas. Iaitu usia yang memberi pengorbanan dan menebus semula. Usia yang menabur jasa, memberi kesan dan emosional.

            Pemuda adalah generasi penerus bangsa, tidak jarang juga kita mendengar kalau majunya suatu bangsa itu karena pemudanya dan hancurnya suatu bangsa itu juga karena pemuda. Karena di tangan pemudalah estafet kepemimpinan berikutnya akan dilimpahkan, maka apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, dengan pemudanya yang hanya memikirkan diri sendiri. Kebanyakan orang berpikir saat masih muda mereka hanya menganggap tugas mereka adalah sekolah, bekerja dan menikah.
            Tapi apakah sesimple itu dalam memandang dan menjalani hidup tanpa memikirkan apa yang sedang terjadi pada lingkungan sekitar, krisis moral, krisis ekonomi, dan berbagai krisis multidimensial yang melanda bangsa kita, jangan pernah kita mengatakan kalau kita generasi muda, sedang kita hanya duduk-duduk, diam, menonton, dan menikmati kondisi tanpa mau peduli. Sudah saatnya kita bangkit, bersatu dan meneruskan lagi perjuangan para pahlawan untuk menegakkan dan memajukan bangsa ini di muka bumi, dan bukan mementingkan dan saling mendahulukan pendapat pribadi.

Tetapi apabila kita bergantung kepada pemuda, bukanlah bermakna kita melupakan peranan orang-orang dewasa dan juga orang tua, atau memperkecil -kecilkan kedudukan mereka seperti fahaman Korainisme di mana seorang pemimpin mereka selepas revolusi telah menuntut supaya dihapuskan kesemua orang-orang tua supaya tidak menjadi beban kepada negara. Terus apakah tugas kita sebagai pemuda?

Tugas kita sebagai pemuda adalah :
 1. Sebagai cadangan (iron stock)
               Sudah hal yang lumrah, sesuatu yang tua pasti akan digantikan dengan yang muda. Karena generasi muda adalah generasi pengganti yang tua, jadi kita sebagai generasi muda harus meningkatkan kualitas kita dengan membekali diri sebanyak mungkin agar bisa mendidik generasi berikutnya. Jangan sampai generasi muda ke depan tidak berkualitas gara-gara generasi muda sekarang yang tidak mau bertanggung jawab dengan generasi berikutnya.
               Terbukti sekarang dapat kita lihat bagaimana sepak terjang pemuda, yang hanya mementingkan kesenangan pribadi dari pada bangsa dan Negara. Mereka hanya bisa mabuk-mabukan, berjudi, kebut-kebutan dijalan, dan lain sebagainya. Kesadaran terhadap Negara ini agar mereka lebih maju dan berkembang sangat minim. Sehingga mereka sebagai generasi muda hamper hari-harinya dihabiskan dengan hura-hura di jalanan.
 2. Sebagai agen perubah / pembaharu (agent of change)
               Saat kita melihat kondisi lingkungan kita yang menyimpang, kita sebagai pemuda harus bisa melakukan perubahan atas kondisi tersebut dengan keberanian. Seorang pemuda itu harus mempunyai idealisme tinggi, punya keberanian dan berani melakukan perubahan dimulai dari diri, keluarga dan masyarakat.
               Awal perubahan yang dapat kita banggakan dari seorang pemuda adalah dengan lahirnya organisasi-organisasi pemudayang timbul di berbagai pelosok tanah air dengan perjuangan rela berkorban harta, benda bahkan sampai nyawa. Organisasi pemuda pada saat itu antara lain saperti: Perkumpulan Pemuda Nasional, Suluh Pemuda Indonesia, Rukun Antar Marhaen Indonsia, Perkumpulan Pemuda Taman Siswa, Yong Islamiten, Pemuda Muhammadiyah, dan lain-lain.
               “Sumpah Pemuda”, muncul dari jiwa-jiwa pemuda yang timbul dan berikrar dari gelora semangat persatuan bangsa. Sumpah Pemuda adalah puncak semangat yang berapi-api di hati setiap rakyat Indonesia. Ikrar itu adalah termasuk mata rantai sumpah palapa Gajah Mada, Bhineka Tunggal Ika dari Empu Tantular pada abad ke XIII yang lalu. Sumpah pemuda itu adalah suatu sumpah yang menjiwai kesatuan semangat perjuangan bangsa. Bangsa Indonesia adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa dengan tanah air yang terpisah-pisah dalam berbagai pulau.
               Pengaruh sumpah pemuda sangat luar biasa bagi keutuhan dan perkembangan NKRI yang kita cintai. Setelah lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 , kemudian pada tanggal 22-25 Desember 1928 kaum  wanita Indonesia terdorong untuk berkongres yang pertama I di Yogyakarta, sekaligus menjadi “Generasi Pendobrak” terhadap kemerdekaan Negara Indonesia. Pemuda-pemudi Indonesia dari tanah Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua baik yang beragama islam maupun non islam turut membela tanah air. Dengan semangat persauan yang berkobar mereka berkorban untuk kepentingan Negara dan bangsa. Intinya sumpah pemuda adalah suatu landasan yang amat kokoh untuk menuju Indonesia terus merdeka, dalam suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
         Tepat sekali pada tanggal 1 Juli 1967 di Jakarta, tentang pernyataan Soekarno “Sila Persatuan Indonesia  mengandung prinsip nasionalisme cinta bangsa dan tanah air menggalang terus persatuan dan kesatuan bangsa. Rasa kebangsaan ( nasionalisme ) adalah syarat mutlak  bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup bangsa pada abad modern sekarang ini, sebab tanpa ada rasa kebangsaan terhadap suatu bangsa maka tinggal menunggu kehancuran karena keterpecah belahan dari dalam. Karena nasionalisme pancasila mengharuskan kita menghilangkan kesukuan, keturunan, ataupun perbedaan warna kulit. 
3.  Sebagai da’i
               Ungkapan “kita adalah da’i sebelum apapun”.  Kenapa…?  Karena semenjak kita lahir kita sudah punya kewajiban untuk menjadi da’i  dan setiap manusia adalah pemimpin / khalifah.
mengapa tugas dan beban di atas harus diserahkan kepada pemuda ? Karena :
      a.   Pemuda mempunyai kekuatan inisiatif tinggi
               Seorang pemuda punya semangat dan inisiatif tinggi untuk mencetuskan gagasan atau ide. Sebagai contoh dalam cerita agama islam  ketika Rasulullah berusia 17 tahun ada perseteruan antar 2 kabilah besar di kota Makkah yaitu untuk memindahkan batu hajar aswad yang akan mengakibatkan peperangan jika tidak segera ditangani, lalu Rasul berinisiatif untuk membentangkan sorbannya dan menaruh batu tersebut di atas sorban itu dan kedua kabilah akhirnya bisa mengangkat bersama-sama yang akhirnya kedua kabilah itu bisa bersatu.
b.   Pemuda memiliki kekuatan untuk bergerak ( kekuatan gerak ).
         Sudah menjadi karakter seorang pemuda jika melihat sesuatu mereka ingin 
segera melakukan reaksi saat melihat sesuatu yang dirasa tidak sewajarnya. Dan yang kita inginkan pergerakan pemuda ini dalam hal yang positif dan membangun. Dan bila ditinjau dari segi orang tua, kenapa tugas –tugas diatas dibebankan pada pemuda dan bukan orangtua?  Karena orang tua tidak punya kekuatan gerak, sedang orangtua hanya mempunyai kekuatan konsepsi dan lebih berperan di belakang layar karena kondisinya tersebut, tetapi tidak hanya itu, sikap kebijaksanaan orangtuapun tak kalah pentingnya dibutuhkan oleh pemuda yang lebih cenderung mempunyai gejolak yang tinggi dengan darah mudanya yang tidak jarang sering berkesan grusa-grusu dalam mengambil tindakan, disinilah peran orangtua dibutuhkan.
c.   Pemuda memiliki kekuatan Fikriyah.
         Pemuda banyak mempunyai ide dan cetusan gagasan. Seperti kisah Ashabul Kahfi karena mereka merasa terancam dinegaranya yang mempunyai penguasa yang kejam, akhirnya mereka melakukan perubahan pada masyarakat dengan masuk kedalam goa dan dengan kekuasaan Allah mereka ditidurkan Allah selama 309 tahun. Dan kisah nabi Yusuf yang dipenjara oleh istri sang raja, tapi karena kecerdasannya nabi Yusuf  bisa menterjemahkan arti mimpi sang raja yang karenanya beliau diangkat sebagai bendaharawan negara.
         Seharusnya pemuda zaman sekarang ini tidak boleh kalah dengan zaman dahulu, hal ini dikarenakan sudah majunya alat pendidikan, teknologi dan informasi. Tetapi setelah kita amati, ternyata kecerdasan yang mereka miliki disalah gunakan dalam hal-hal yang negative, kecerdasan yang mereka miliki malah digunakan untuk menghancurkan bangsa dan Negara ini.
 
Lalu bagaimana karakter pemuda yang dapat menumbuhkan jiwa nasionalisne terhadap bangsa ? di antaranya:
1.      Taat kepada Allah dan Rasul
2.      Patuh terhadap UUD Negara Indonesia dan berusaha menjalankannya
3.      Selalu mementingkan kehidupan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi
4.      Jihad sebagai jalan yang ditempuh dengan jihad fisabilillah, yaitu:
  a.  Dengan ilmu yaitu bisa dengan mengisi majelis taklim
  b.  Dengan harta yaitu dengan mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh
  c.  Dengan tenaga yaitu membantu secara fisik dalam kegiatan dakwah islamiyah.
5.      Sangat merindukan syahid
               Syahid adalah cita-cita tertinggi seorang pemuda, seperti Khalid bin Walid 
yang seorang panglima perang tetapi tidak mendapatkan mati syahid seperti yang diimpikan, beliau meninggal diatas kasur. Artinya sebagai pemuda tidak kenal rasa takut terhadap musuh, dan ia tidak akan mundur apabila permasalahan belum selesai. Walaupun harus meninggalkan kemewahan, seperti yang di contohkan Gajah Mada.
6.      Sabar dan Ridho terhadap ujian
      Seorang pemuda harus ridho dan sabar saat mendapat dan menghadapi ujian.
7.   Ikhlas dalam beramal
         Karena seorang pemuda mempunyai sifat selalu bergerak, saat mereka bergerak mereka juga harus bergerak ikhlas karena Allah atau dengan kata lain memiliki sifat ikhlas karena Allah.
8.   Takut pada ancaman Allah ( TUHAN )
         Meskipun seorang pemuda itu pemberani tetapi mereka juga harus takut kepada Allah. Sebagaimana nabi Ibrahim yang berani menyatakan kebenaran kepada orangtuanya, dan setelah dewasa berani melawan raja Namrudz yang angkuh, merasa menghidup dan mematikan manusia, yang semua sikap perlawanan tersebut mengakibatkan Ibrahim dibakar hidup-hidup. Seperti kita lihat, di Indonesia menjadi Negara terkorup nomor 3 di dunia yang dapat kita lihat dengan jumlah muslim terbanyak. Pertnyaanya adalah, mengapa ini bisa terjadi ? ,tentu karena mereka tidak memiliki rasa takut kepada Allah.
9.   Selalu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.
         Karakter pemuda yang punya ego besar dan ingin menang sendiri membuat kita harus selalu bertaubat karena kita juga tidak lepas dari kesalahan.
               Semoga uraian di atas bisa menjadi motivasi buat kita para generasi muda, wahai para pemuda janganlah engkau hanya diam termangu dan terlena oleh indahnya masa muda, yang memang hanya datang sekali, mari isi masa muda kita dengan terus berjuang, berpegang dan menguatkan tali Allah, bersatu saling bergenggam menjadi mujahid dan mujahidah tangguh berniat menjadi pemuda-pemudi yang sadar terhadap bela Negara dengan semangat nasionalisme.
               Dengan selalu bangga menjadi bangsa Indonesia, dan selalu membuat sesauatu yang dapat membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Dengan berbagai kreatifitas yang dimiliki oleh setiap warga Negara. Jangan sampai Negara Indonesia yang terkenal dengan negeri yang subur dan kaya akan hasil bumi menjadi sia-sia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar